Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Marilah kita melirik sedikit mengenai apa yang ada di Korea, apa yang orang tahu tentang Korea, dan apa yang menjadikan Korea sebagai bangsa yang dihargai oleh masyarakat di dunia, maupun oleh masyarakat Korea sendiri.
Sejarah kuno di Korea membuktikan bahwa bangsa ini pada awalnya dibentuk oleh komunitas-komunitas suku yang menyatu membentuk berbagai negara-kota kecil. Negara-kota ini timbul dan tenggelam pada masanya. Ada tiga kerajaan yang berjaya pada awal abad SM, yaitu kerajaan Koguryo, Paekche dan Shilla.[1] Kerajaan Shilla merupakan titik awal berkembangnya kebudayaan di Korea. Pengaruh agama Budha yang meluas, ikut mewarnai seni bangunan yang terdapat hampir di setiap kuil, maupun seni yang menghiasi bangunannya. Sesuai ciri khas pengaruh agama Budha, masyarakat pada jaman tersebut juga membagi kehidupan sosial mereka berdasarkan kelas atau kasta, yang mana kelas tingkat menengahnya didukung oleh kaum aristokrat.
Kerajaan Koguryo memulai jaman keemasannya pada tahun 918-1392. Pada jaman ini, Pemerintah Korea mulai menyusun hukum pemerintahan dan memperkenalkan pada masyarakat mengenai sistem jasa. Selama masa itu pulalah agama Budha berkembang dengan cepat di sepanjang semenanjung Korea. Pemerintahan pada jaman ini mendapat pengaruh yang sangat besar dari kerajaan Mongol, Cina. Mengapa? Karena setelah Mongol menginvasi Korea pada tahun 1231, banyak keluarga yang berkuasa di dalamnya melarikan diri ke pulau Kanghwa, dekat kota Seoul. Pada tahun 1231 secara umum, Song-gye Yi, dikirim ke Cina untuk melawan pengaruh Ming tersebut. Namun pada kenyataannya ia justru bergabung dengan kerajaan Cina dan berbalik melawan Raja Korea, dan mendirikan kerajaannya sendiri. Dan selama masa itu pulalah, seni membuat keramik celadon berkembang di Korea.
Kekuasaan dinasti Yi, mengubah kota yang didudukinya menjadi Hanyang-gun (sekarang Seoul) pada tahun 1394 dan mulai menerapkan konfusianisme sebagai agama resmi negara, dan sebaliknya agama Budha menjadi kehilangan pengaruhnya. Seiring dengan perkembangannya, dan setelah kemerdekaan diperoleh oleh negara Korea; perkembangan dari agama itu sendiri mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sampai hari ini, masyarakat Korea sudah didiami oleh sekitar 300 agamis yang mendominasi beberapa daerah. Hal menarik yang perlu ditelaah adalah keanekaragaman agama yang dianut tersebut, tidak menjadikan proses sosialisasi di dalam masyarakatnya terhambat; melainkan ikut menumbuhkan dan mempererat akar kebudayaan yang telah lama ada.
Berdasarkan letak georafisnya, Jepang dan Cina merupakan negara terdekat dan terkuat yang mampu membuat perubahan dalam kebudayaan Korea. Namun pada kenyataannya, kebudayaan Korea itu sendiri, tetap dipertahankan dengan baik oleh masyarakatnya, sebagaimana layaknya pengaruh yang datang dari negara sekitarnya. Salah satu contohnya adalah berbagai macam musik tradisional. Musik tradisional seperti Jeongak yang bernuansa sendu dan Minsogak yang penuh emosi dan ekspresi; didukung oleh beragam alat musik seperti suling berbentuk silinder (piri), taepyeongso, terompet (daegeum) dan danso, organ mulut (saenghwang), serta hun; membuat musik tersebut menjadi menarik untuk didengarkan. Tradisional perkusi seperti gong (kkwaenggwari), drum (buk), ataupun alat musik string tradisional gayageu, dan geomungo, juga membuat kharakteristik dari musik tradisional Korea tersebut menjadi penuh improvisasi.
Kebanggaan lain terhadap budaya yang dimiliki tercermin dalam tradisi yang diadakan setiap awal bulan kalender Jeongwol dan libur besar, tersebut merupakan Seollal dan Daeboreum; yang diperingati setiap tanggal 15. Pesta rakyat ini begitu dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Korea; dan bentuk partisipasinya adalah dengan mengenakan pakaian khas Korea serta bermain games ala Korea, seperti yut, tuho, seesawing, hwaetbulssaum, dan jwibullori. Identitas bangsa yang kuat tersebut, didukung pula oleh upaya Pemerintahnya dalam melestarikan segala bentuk peninggalan sejarah. Tidak ada satupun peninggalan leluhur yang diabaikan.
Bagaimana dengan tempat pariwisata? Semenanjung Korea dikelilingi oleh banyak pegunungan dan sungai yang sangat indah. Orang-orang Korea menamakan tempat mereka sebagai “dataran yang dihiasi sulaman emas”.[2] Di sisi lainnya, banyak sekali tempat yang menarik dan bersejarah yang patut untuk dikunjungi. Lingkungannya yang bersih, tertata dengan baik, ataupun pemandangan alamnya; ikut mendukung daya tarik tempat-tempat tersebut. Contohnya adalah The Pavilions of Hamyang, yang dikelilingi dengan pemandangan alam yang menakjubkan dan merupakan cerminan dari kehidupan pelajar pada jaman dahulu. Area dari Seosang-myeon, Hamyang-gun, dan provinsi Gyeosangnam-do, terkenal sebagai ‘harta karun yang terpendam’; dan juga mewakilkan kebudayaan sarim yang merupakan cerminan dari periode tengah Joseon (abad ke -16).[3] Di periode Joseon ini cukup banyak hasil karya intelektual tercipta oleh kaum-kaum pemikir yang terdiri dari pemilik pekerja kelas rendah dan menengah. The Pavilions of Hamyang juga mampu menghadirkan ‘kesan’ damai, terutama ketika musim salju tiba; di mana hamparan sungai kecil yang dikelilingi dengan batu-batu bertutupkan salju dan juga air yang bersih, mendominasi pemandangannya.
Kebanggaan yang sama juga tercermin dari pesatnya pembangunan ekonomi, teknologi dan pendidikan. Hal ini terlihat dari mulai bersaingnya produk-produk buatan Korea dengan Jepang ataupun China, dan mulai sejajarnya Korea denagn dengan negara sekitarnya. Permulaan yang dimainkan dengan sangat baik oleh rakyat Korea, dengan kepeduliannya terhadap masalah pendidikan.. Anak-anak memulai enam tahun pendidikan dasar sejak usia 6 tahun. Setelah tiga tahun sekolah menengah pertama dan atas, mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi selama empat tahun. Para pelajar harus menempuh ujian nasional sebelum memasuki sekolah menengah atas dan perguruan tinggi, dan 30% lulusan sekolah menengah atas diterima di perguruan tinggi. Sulitnya ujian masuk dan ketatnya persaingan menyebabkan momen ini sering disebut sebagai “Perang Perebutan Tempat”.[4] Oleh karena itu, bukan hal yang mengagetkan apabila pesatnya kemajuan ekonomi di Korea adalah juga karena keuletan rakyatnya, dan kemauan rakyatnya untuk ikut maju.
Melihat perkembangan sejarah, kebudayaan dan tempat pariwisata yang dipertahankan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintahnya; tak jarang membuat iri Negara lain, terutama Negara yang juga memiliki keanekaragaman budaya, bahasa dan tempat pariwisata. Kalau kita mau membandingkan keanekaragaman tersebut dengan apa yang kita miliki di tanah air, adalah hal yang sangat mengkin untuk diwujudkan. Untuk sejenak berpaling, marilah kita tengok kembali apa yang tanah air kita punya, yang kita banggakan dan yang juga masyarakat kita pertahankan.
Suku yang bervariasi dan mendiami banyak pelosok-pelosok daerah Indonesia ini didukung dengan bahasa dan tingkat kebudayaan yang tidak boleh dikatakan primitif, karena disalah satu sisi dari kebudayaan yang mereka pertahankan, ada banyak tingkat penamaan silsilah keluarga yang tidak dimiliki oleh masyarakat yang mendiami Negara paling modern sekalipun. Atau mengenai tempat pariwisata. Indonesia terkenal dengan Borobudur, salah satu dari tujuh keajaiban dunia, yang sudah dipertahankan turun menurun oleh masyarakat Indonesia. Masih sangat banyak keanekagaraman yang memang tidak bisa disebutkan satu persatu di tanah air ini. Tapi yang menjadi perbedaan adalah kemauan untuk mengelola dan menjadikan kebanggaan tersebut diakui oleh negara lain, beserta kemampuan untuk mengolah sumber daya tersebut menjadi kekuatan besar yang mampu menopang keadaan ekonomi suatu Negara.
Setelah melihat dan memperhatikan mengenai perbedaan budaya, masyarakat, dan keadaan ekonominya dari Korea dan Indonesia, kita dapat melihat bahwa identitas bangsa yang sangat ‘kental’, mampu menciptakan suatu perbedaan yang membanggakan untuk ditunjukkan. Akankah tanah air tercinta kita mampu memiliki tingkat kebanggaan yang sama, yang menunjukkan kredibilitasnya sebagai suatu bangsa? Dan untuk ditunjukkan kepada negara lain bahwa kita juga punya banyak tempat wisata ataupun budaya lokal yang tidak kalah seru dan menariknya dengan Korea? Semoga.
[1]A\ History of Korea, part I.htm.
[2] A\lampungonline_com.htm
[3] Korea pictorial, February 2004
[4] ibid