kata saya


Pembawa Hoki
Maret 30, 2008, 5:40 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

kali pertama,

Awal kenalnya dicomblangin seorang teman. gara2 kasian liat aku yg desperate putus sama co yang punya pacar di tiap kota. alamaaak!!!

pertama kenal via chatting. tepatnya si by yahoo conference. kl liat dari bahasa tulisannya, cuek banget deh co yang satu ini, humoris dan jayus. waktu ngajak ketemuan, gak ada feeling apa2. smooth aja dan gak punya keinginan apa2. cuma untuk kenal dan kenalan.

janjiannya waktu itu di McD simpang dago. begitu turun angkot, udah bisa tau sih, kl orang itu duduk di tempat yang strategis.baca koran, pke jaket Unpad, sok iye gt. hahaha…. pas ketemu langsung sama2 menjawab “agus ya?” / “dayu yah?”

dilanjutkan makan siang bareng.

sebelum bayar, dimana2 co itu jaimnya kan pasti bayarin. dia mah gak sama sekali. ajak suit jari. yang kalah, yang bayar. untungnya Tuhan Maha Pengasih, Agus kalah suit dan dia yang bayar makanannya, hahaha

cerita ngalor ngidul ttg macem2. kerja dimana? sibuk apa? dll. trus karena saat itu aku ada kuliah, jadi gk bisa ngobrol banyak. udahan aja siang itu. padahal dia udah bilang “dosennya gak bakal ada.” tapi dasar murid teladan, atau takut kena absen, nekad buru2 pergi ke kampus ngejar jadwal kuliah. eh ternyata tebakan dia bener lho. dosennya gak ada.

akhirnya kita sms-an. janjian ketemu malemnya. dia sempatkan untuk ketemuan setelah pulang liputan. kita keliling dago, jalan2 ke Landscape. cerita macem2 deh. menurut aku sih romantis bisa ngobrol sama co di sana, walau emang dngin banget. tapi bagi dia gak terlalu asyik, soalnya itu cuma lahan kosong, gak ada yang jual rokok ketengan ataupun minuman, hahaha

kali kedua,

mood sensitifnya lagi kambuh. ke landscape lagi, eh tiba2 curhat ttg mantan. pke alas jas hujan. mungkin dia mikirnya (salah waktu ni, ketemuan kok malah curhat ttg mantan!) sempet pinjem pundaknya buat nangis, hihihi…nyaman banget!! udah gt pulang ke kosan. ngobrol macem2 di depan kosan ampe pagi.

begitu terus setiap harinya. kita berbagi cerita, berbagi pengalaman,yang ternyata juga itu berbagi perasaan. sempat jalan2 dengan teman2 kosan juga. dan pikiran mereka saat itu adalah, agus co yang baik! (atau cuma bualan sesaat, karena saat itu si Cinhok lagi agak mabuk, hahaha)

kali ketiga,

kita jalan2 di Braga City Walk. romantis sekali. tidak ada yang berfikir akan ada yang melihat kita malam itu. ternyata, ketika sedang menikmati lampu2 malam di salah satu kota tua di Bandung itu, sekumpulan orang dalam mod=bil ternyata memergoki kita sedang jalan bareng. Ketahuan deh sedang dekat! hihihi…..

kali keempat,

kita janjian nonton film. acaranya malem, pulang mampir dulu ke serabi enhai. tiba2 dia cerita tentang rahasianya. satu hal yang sangat jarang dia share ke ce lain. and im lucky to be a person he trusted to hear his story that night.

pulang malem itu, emang dingin banget. makanya naek motor pun pelan2. ada 2 motor dengan 5 anak muda disamping kita. turun dari arah lembang. gak ada perasaan apa2. jadi pas dijalan, aku masih sempat2nya bercanda dengan dia dan bilang, wah ada co lewat, godain yuks. “cowok cowok!”

gak taunya,

mereka punya maksud. deketin kita, ambil ancang2 kunci motor agus. sempat adu tendang di motor. tapi kita gak stabil. dan motor pun agak kencang lajunya, jadi kita nabrak tepi dinding yang tajam. kita jatuh tersungkur, motor hancur bagian depan. jari tanganku sobek cukup panjang. darah mengalir, tapi terbantu dengan udara dingin kota Bandung. gak terlalu parah!

adu mulut, tatap menatap. ada hawa untuk membunuh dari 5 orang itu. bawa mistar besi yang sudah diasah. minta kita untuk menyerahkan semua harta benda. kunci motor, tas, apapun yang kami bawa saat itu. gak tau apa yang terlintas dipikiran agus. tapi dipikiranku, berharap ada orang yang datang membantu, karena saat itu aku bawa uang cukup banyak.

mungkin mereka masih amatiran, jadi gak langsung menghunuskan mistar itu ketika adu mulut dengan agus. negosiasi untuk mengulur waktu. alhamdulillah ada angkot yang lewat. kasih lampu sen mobilnya untuk melerai percekcokan. dan itu berhasil.

kita berteriak minta tolong. mereka panik, dan menghunuskan mistar itu ke dada Agus, dan jatuh tersungkur. mereka kabur dengan membawa helm motor. aku cuma diam terpatung, cuma jadi saksi, cuma bisa menatap. tiba2 ada orang yang mendekat. masih emosi, agus menatap orang itu dengan tajam. ternyata dia hanya orang yang lewat, dan berusaha menjelaskan ke agus kalau tidak bisa membantu karena takut kena hunusan mistar itu.

gerombolan orang yang tinggal dekat daerah itu berdatangan. tiba2 sakit menusuk dada agus. sesak katanya. aku panik, dan buka jaket agus. darah mengalir dari dadanya. luka tusukan itu cukup dalam. aku cuma bisa tahan darah itu dengan menekan dadanya. tapi tanganku juga bergetar, masih shock dan kedinginan oleh udara yang menusuk. tangan dan kakinya pun terluka. kita diberikan pertolongan pertama oleh mereka. dan agus berusaha menelpon temannya yang dekat daerah kejadian.

cukup lama untuk temannya itu datang dan membantu membawa agus ke RS. alhamdulillah lagi, luka itu tidak cukup dalam menembus paru2-nya. jika itu terjadi, aku tidak tau apa yang terjadi…..

aku telp cinhok, telp rini yang emang suka imsomnia dan pasti masih terbangun pagi2 subuh seperti ini. mereka datang untuk melihat kondisiku. aku gak papa. cuma Agus yang berbaring menahan sakit di RS UGD saat itu. jahit luka ternyata gak butuh waktu lama. satu lagi temannya agus datang. Adi. ya, kita pernah kenalan di Ciwalk saat itu.

mereka pulang naik taksi. aku pulang naik motor dengan cinhok, rini dan kecap. malam itu tidak pernah akan terlupakan dibenakku sampai kapanpun. karena luka robek itu, terus membekas manis di jariku sampai saat ini.

besoknya,

aku menjenguk Agus. ternyata dia masih bisa ketawa2. lucu yah, hehehe………

pulangnya dia masih menyempatkan diri mengantarku pulang ke depan jalanan yang banyak angkot. di bawah monumen gedung sate itu dia membisikkan sesuatu yang romantis…..

ya….malam itu dia menyatakan perasaan sayangnya. i didnt know what to say, i didnt know if im ready to start a new relationship in a short time directly.

lama aku berfikir. malah sempat melontarkan permintaan yang aneh. “bisa minta tolong diulang gak tadi ngomong apa?” hahaha………….

dia mengantarku sampai di Gandok. kita cukup lama berbincang di depan jembatan gandok. tukang ojek udah manggil2. mau naek apa gak si eneng dan akang ini. kata Agus “mengantarku besok ke dokter aja itu udah merupakan jawaban”

tapi aku harus jawab. dan saat itu akhirnya aku jawab. “aku juga sayang sama dia. nyaman dekat dengan dia” dan jawaban itu terlontar di depan kumpulan tukang ojek Gandok. Malu2in sih, tapi lucu banget! tukang ojek ketawa2. dan aku tinggalkan dia tersenyum2 sendirian di tengah jalan. aku pulang ke kosan. dan dia ketempat reunian SMA-nya.

tidak pernah ada yang menyangka, tapi musibah itu awal berkah buat kita berdua. menikmati waktu2 menyenangkan di Bandung….


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>